Oleh: dokterdiaz | November 17, 2009

Belajar dari Abdullah Bin Abbas

Kenalilah Allah dalam sukamu, maka Allah akan mengenalimu dalam duka. Bila kamu meminta, mintalah kepada-Nya. Jika kamu butuh pertolongan, memohonlah kepada-Nya. (Al Hadist).

Itulah sabda Rasulullah SAW. yang selalu diingat oleh Abdullah Bin Abbas.

Belajar Kepada Rasulullah

Abdullah Bin Abbas adalah pemuda yang mujur karena sejak kecil sudah hidup bersama Rasulullah. Oleh karena itu ia menerima ilmu dari Rasulullah berupa pelajaran aqidah, ilmu, dan amal sekaligus dalam sekali pertemuan. Tidaklah aneh jika ia menjadi sosok lelaki berkepribadian luar biasa. Keikhlasannya seluas padang pasir, keberanian dan gairah jihadnya sepanas sinar matahari serta kasihnya seperti oase di tengah sahara.

Itu semua karena pemuda yang lahir tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ini dekat dan belajar dari Rasulullah. Ada kisah menarik mengenai hal itu, tatkala Abdullah Bin Abbas dipenuhi rasa ingin tahu yang besar tentang cara Rasulullah sholat. Sehingga suatu malam ia sengaja menginap di rumah bibinya, Maimunah binti Al- Harits, istri Rasulullah. Sepanjang malam ia berjaga, sampai terdengar olehnya Rasulullah bangun untuk menunaikan sholat. Segera ia mengambil air untuk bekal wudhu Rosulullah. Di tengah malam buta itu, betapa terkejutnya Rasulullah menemukan Abdullah bin Abbas masih terjaga dan menyediakan wudhu untuknya. Sehingga rasa bangga dan kagum menyatu dalam dada Rasulullah. Beliau menghampirinya dan lalu dengan lembut dielusnya kepala bocah belia itu dan mendoakannya, “Ya Allah , berikanlah dia keahlian dalam agama-Mu, dan ajarilah ia tafsir kitab-Mu”

Berburu Ilmu

Saat Rasulullah wafat, pada waktu itu Abdullah Bin Abbas berusia 13 tahun. Kemudaannya tidak membuatnya putus asa setelah ditinggal oleh Rasulullah, yang merupakan guru sekaligus panutannya. Tapi ia malah bersemangat untuk berjihad dengan jalan berburu ilmu kepada para sahabat senior. Ibnu Abbas bertanya tentang apa saja yang mesti ditimbanya. Hal yang menakjubkan dari anak muda ini adalah caranya memperoleh ilmu dari para sahabat senior yang tidak mengenal putus asa. Ia ketuk satu pintu ke pintu yang lain dari rumah sahabat Rasulullah. Tak jarang tidur di depan pintu rumah sahabat, ketika sang sahabat sedang istirahat di dalam rumahnya. Sehingga betapa terkejut mereka tatkala Ibnu Abbas sedang tidur di depan pintu rumahnya. “Wahai keponakan Rasulullah, kenapa tidak kami saja yang menemui Anda,”kata para sahabat yang menemukan Ibnu Abbas sedang tertidur di depan pintu rumahnya beralaskan selembar baju yang melekat di badannya. “Tidak, akulah yang mesti mendatangi Anda,” kata Ibnu Abbas tegas. Demikianlah kegigihan dari seorang Abdullah Bin Abbas dalam berburu ilmu, sampai kelak ia benar-benar menjadi seorang pemuda dengan ilmu dan pengetahuan yang tinggi. Mengenai resepnya mencapai ketinggian ilmu dan pengetahuan dalam usia muda belia, Ibnu Abbas berkata,” Dengan lidah dan gemar bertanya serta akal yang suka berpikir,” kata Abdullah ketika ditanya seorang sahabat.

Menjadi Rujukan Para Sahabat

Karena ketinggian ilmunya itulah ia kerap menjadi kawan dan lawan berdiskusi para sahabat senior lainnya. Umar Bin Khattab misalnya, selalu memanggil Ibnu Abbas untuk duduk bersama dalam sebuah musyawarah. Pendapat-pendapatnya selalu didengar karena keilmuannya. Sampai-sampai Amirul Mu’minin kedua itu memberikan julukan sebagai ‘pemuda tua’ kepada Abdulllah Bin Abbas. Tidak aneh jika Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Tidak seorang pun kutemui lebih cepat mengerti dan lebih tajam berpikirnya seperti Abdulllah Bin Abbas. Ia juga seorang yang banyak menyerap ilmu dan luas sifat santunnya. Sungguh telah kulihat, Umar telah memanggilnya saat menghadapi masalah pelik. Padahal di sekelilingnya masih banyak sahabat yang ikut dalam perang Badar. Lalu majulah Abdulllah Bin Abbas menyampaikan pendapatnya, dan Umar tidak ingin berbuat melebihi apa yang dikatakan Abdulllah Bin Abbas.” (udha,Bastomi, 2002. hal. 15-18)

 

(disadur dari artikel lama yang udah 3 tahun di komputer saya)) xp


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori