Oleh: dokterdiaz | Mei 3, 2012

Sebuah Insight untuk Manajemen Bencana Lokal di Indonesia (Part 1)

Sebetulnya sudah sejak lama saya ingin menuliskan pemikiran saya tentang manajemen bencana di Indonesia. Tidak usah yang berskala nasional, terlalu kompleks, banyak instansi dan politik yang berkepentingan dan terutama saya juga tidak terlalu banyak pengalaman di tingkat itu. Saya ingin membicarakan manajemen bencana di tingkat kota, kecamatan, bahkan rumah tangga. Why? karena di tingkat inilah bencana paling sering terjadi. Bahkan sehari hari, orang orang hebat yang tak kenal lelah dan ikhlas bernaung di bawah PMI, Dinas Kebakaran, Polisi dan Dinas Sosial bekerja keras tanpa pamrih untuk membantu mereka yang terkena musibah bencana bencana lokal ini.

Bencana dalam kamus besar bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai

sesuatu yg menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan; kecelakaan; bahaya: pemimpin yg tidak jujur akan menimbulkan — bagi negara dan bangsa; dl — , dl bahaya; dl kecelakaan; 

2 ark gangguan; godaan:mereka mengadakan selamatan untuk menolak — roh jahat; 

Sesuai definisinya, bencana merupakan sebuah kejadian yang membuat ‘korban’ dari kejadian tersebut mengalami penderitaan dan kerugian. Dalam skala nasional, banyak bencana yang masih segar di ingatan kita seperti Tsunami Aceh, Letusan Merapi hingga Banjir Wasior. Namun yang sering kita lupakan adalah bencana ‘kecil’ yang terjadi setiap hari di sekitar kita yang menyebabkan kerugian yang hampir sama dengan bencana nasional jika kita kumpulkan menjadi satu. Kebakaran, Kecelakaan, Banjir, bahkan kegawat daruratan medis seperti serangan jantung, bayi tersedak hingga serangan pitam otak (stroke) seringkali luput dari perhatian kita.

Menurut kami, bencana lokal seperti di atas harus mendapatkan perhatian dan porsi yang lebih besar daripada bencana di tingkat nasional yang mungkin ‘hanya’ sekali atau dua kali terjadi dalam setahun. Kerugian yang didera pasti juga akan besar sekali jika tidak ditangani secara sistematis dan profesional.

Saat ini untuk kasus kasus kegawat daruratan medis, Indonesia sudah mempunyai sistem yang bernama SPGDT (Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu). Namun seperti yang bisa dilihat, saya masih ingat betapa 118, yang seharusnya menangani kasus kasus medis darurat, tidak bekerja secara semestinya. Nomer darurat ini seperti tidak ada artinya. Bahkan parahnya, pemantauan radio saja tidak punya !! Hal ini yang membuat saya miris. Betapa tidak berharganya ‘nyawa’ di Indonesia.

Itu baru kasus medis, belum bencana yang lain seperti kebakaran dan banjir. Masyarakat dibiarkan menangani semuanya secara swadaya. Memang Polisi, Dinas Kebakaran dan PMI akan segera turun tangan jika ada hal hal seperti ini. Namun bagaimana dengan kelangsungan hidup para korban bencana tersebut? Kondisi psikologis mereka? Apakah ada yang peduli? Semua pada berpikir ada orang lain yang akan membantu. Padahal dalam kenyataannya TIDAK SELALU. Bayangkan jika hal ini terjadi pada keluarga anda. Rumah kebakaran, jika tidak ada asuransi, ya udah. Selesai sampai di situ. Anda hanya bisa berharap uluran tangan dari keluarga atau orang yang memang benar benar ikhlas membantu. Tidak ada yang akan peduli dimana anda akan tidur malam ini, makan apa besok, apalagi dengan kondisi psikologis anda pasca bencana. Siapa yang mau peduli? Semua sudah sibuk dengan beban hidup masing masing.

Memang masih ada orang orang baik di sekitar yang akan menolong, kita dibesarkan dalam budaya yang luar biasa baiknya. Tapi tanpa ada sistem yang jelas dan rapi, semua akan kembali kepada kondisi masing masing individu. Variabelnya akan banyak sekali. Tidak ada kepastian walaupun anda telah membayar pajak yang luar biasa besar kepada negara hanya untuk dihabiskan para anggota d(h)ewan belanja di luar negeri.

Tentunya hanya akan menjadi ‘omong doang’ jika saya mengkritik tanpa solusi kan?

di part selanjutnya, saya akan share ‘impian’ saya tentang manajemen bencana lokal di Indonesia. Sebuah impian, yang akan sulit bagi saya untuk mewujudkannya.

Stay tuned. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori