Oleh: dokterdiaz | Mei 23, 2012

My World by SpyAir

This is Gundam AGE’s ending song titled “My World” by SpyAir. I think this song is impressive and reflect my self right now.. I will be always be a fan of Gundam Series.. 😀

Leaning on a wall one night, seems like i’ve been thinking hard about myself
The destination i’ve chosen is here, is it alright?I no longer understand
But, I don’t have the answer right now, Where things stood differently
Always facing down, I look up for a while and feel the warmth of the morning

I am me because I am here
What is the thing that I lost that I can’t go on?
It is cruelly painful when I can’t get the answer easily
Don’t worry about that one miss shot
If I can move on, I will love it, right?
My World

Why did I let go of the things I cherished?
‘it can’t be all that there is’, I’ll get it again
Give a name, ‘Dream’ or ‘Love’ to this invisible thing
If I can call it like that, I’ll feel proud a bit
Ah, but, the truth is, it’s not like that

I am me because I am here
These words will get forgotten sometimes
It is cruelly painful not to get the answer easily
At most, let’s face forward without slowing down
I’ll find the thing I am searching for
In this World

Scattered about or thrown away
Even if all are destroyed, I thought it’s alright
but, I was wrong
after experiencing sadness, I will live changed into someone kind
It is slow, but I’ll learn to like the world
therefore..

I am me because I am here
Being myself, I’m searching for something
Eliminating all my vulnerabilities, the heat is painful
But, just for once, not blaming myself so hard
If I can move on, I’d come to love My World

If I walk further ahead, the light is there

壁にもたれて 一晩中 考えてみたんだ 自分のこと
選んだ行く先はここでいいのか? 分からなくなるんだ
でも 答えなんて出ないままさ ドコにたって必死なモノさ
うつむいた視線を 少し上げ 見えた朝は澄んでいた

僕は僕であるために・・
失っちゃいけないモノはなに?
簡単にでない 答えは 辛くて苦しいよ
たった一度のMissを何度もクヨクヨしないで
歩けば 愛せるかなMy World

大事にしたいと思うほど どうして離れてくのだろう?
「もうこれ以上はない」と言いながら また求めるけど
形の見えないモノに 名前をつけて 「夢」や「愛」と
呼ぶことで少し 誇らし気 Ah 本当はそんあんじゃないのに

僕は僕であるために・・
この言葉が迷わせる
簡単にでない 答えは 辛くて苦しいよ
せめて、前を向いて行こう モタモタせずに
探し物は見つかるはず このWorldで

伝わらなくて 投げ出した
全部壊れてしまえばいいと思っていた
でも違う・・
悲しみさえ 優しさに変えて いけたら
少しずつだけど 世界を好きになれる
だから・・

僕は僕であるために・・
それがナニかを探して
傷つき 立ち止まり 辛くて苦しいよ
だけど、一度っきりだ 自分クヨクヨ責めずに
歩けば、愛せるからMy World

光は進む先にある

Semenjak saya mahasiswa hingga saat ini saya tetap mahasiswa. Saya selalu menganggap hari kebangkitan nasional ini adalah sebuah hari yang spesial. Bukan hanya karena nilai historis tentang berdirinya organisasi yang bernama Boedi Oetomo di STOVIA. Namun setiap tanggal 20 Mei saya menjalani sebuah ritual ‘kontemplasi’ yang hari ini akan saya beberkan hasilnya di sini. Sebuah ritual yang bisa dibilang sangat berpengaruh besar pada proses pematangan intelektual dan pendewasaan diri saya. Engine started.

Di Indonesia, ada 3 stereotype mahasiswa kedokteran: (1) Tipe pertama, mahasiswa kedokteran typical. Seperti namanya, mahasiswa ini biasa biasa saja. Mahasiswa seperti ini ke kampus untuk belajar. Setelah acara belajar di kampus ini selesai, mereka biasanya langsung pulang atau sesekali jalan jalan dengan kawan kawan dalam Peer Group-nya. Jika ada acara organisasi kampus, sesekali mereka datang jika dianggapnya menarik atau bermanfaat. Namun tidak pernah aktif secara khusus dalam organisasi tersebut. Seperti namanya, typical, mahasiswa tipe ini adalah penyumbang jumlah populasi terbesar di FK. Baca Lanjutannya…

Today, I’ve started my day with unpleasant story from my best friend about the story of female infanticide in India. It some sort of sad and heart breaking story to hear about many abortion conducted in India just because of the gender of the new baby. Honestly, it is opening my eyes. There are still people in another side of this world doing such an ancient irrational crime like that. For whatever the reason, it is still disgusting. Woman should be honored. Even in Islam, women have a high place in society. I can’t bear with it.

After the lecture, I am curious and try to find some documentary video on youtube describing facts about infanticide in India. Some people said it was because poverty, culture, dowry system (we said it as ‘mahar’) and society pressure. But, I think the main problem was because of India’s backward law that forced them into poverty and feel the only way to keep on living is they have to kill their daughter because they truely cannot afford the financial responsibility.

The craziest thing that I’ve heard that, they even banned USG just because they afraid if they tell the parents about the gender female of the baby. They prefer to abort it. I mean, it was so insane. I’ve seen many abortion in Indonesia. And I’ve feeling soo bad about it. But the rate is much more crazy there. This condition makes the ratio of female vs male is declining abruptly, 900 females for thousand males.

Another fact is even the high society is practicing the insanity too. The society run in the way that an Indian girl cannot do anything without the permission of her parents, brother or husband. Society frowns on her for wanting to dress fashionable or sexy, keep boyfriends, or interact with the opposite gender. She is expected to be a virgin and not allowed to be sexual. For boys, life is very different. They come home from work and relax, play cricket, watch movie, go out etc. Girls are forced to do labour work outside and then come home to do all the house chores. They prefer man to bear the name of the family or run the empire.

I don’t mean to be offend to India. But knowing this fact, I think there’s still something wrong in how the world’s running. The inequality is way to big. The world need revolution. And you know, It’s just a matter of time.

Oleh: dokterdiaz | Mei 4, 2012

Love, Spring..

Every love has a story

Did you remember when first time you saw her?

An heavenly creature that makes your heart beat faster and slower at the same time.
The same thing that make your glasses blurred and misplaced every time you saw it.
You take a deep breath to regain your consciousness and collect your very last bravery,

Just hoping for a chance.

A chance that entirely will change your life forever.

Baca Lanjutannya…

Sebetulnya sudah sejak lama saya ingin menuliskan pemikiran saya tentang manajemen bencana di Indonesia. Tidak usah yang berskala nasional, terlalu kompleks, banyak instansi dan politik yang berkepentingan dan terutama saya juga tidak terlalu banyak pengalaman di tingkat itu. Saya ingin membicarakan manajemen bencana di tingkat kota, kecamatan, bahkan rumah tangga. Why? karena di tingkat inilah bencana paling sering terjadi. Bahkan sehari hari, orang orang hebat yang tak kenal lelah dan ikhlas bernaung di bawah PMI, Dinas Kebakaran, Polisi dan Dinas Sosial bekerja keras tanpa pamrih untuk membantu mereka yang terkena musibah bencana bencana lokal ini.

Bencana dalam kamus besar bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai

1 sesuatu yg menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan; kecelakaan; bahaya: pemimpin yg tidak jujur akan menimbulkan — bagi negara dan bangsa; dl — , dl bahaya; dl kecelakaan; 

2 ark gangguan; godaan:mereka mengadakan selamatan untuk menolak — roh jahat; 

Sesuai definisinya, bencana merupakan sebuah kejadian yang membuat ‘korban’ dari kejadian tersebut mengalami penderitaan dan kerugian. Dalam skala nasional, banyak bencana yang masih segar di ingatan kita seperti Tsunami Aceh, Letusan Merapi hingga Banjir Wasior. Namun yang sering kita lupakan adalah bencana ‘kecil’ yang terjadi setiap hari di sekitar kita yang menyebabkan kerugian yang hampir sama dengan bencana nasional jika kita kumpulkan menjadi satu. Kebakaran, Kecelakaan, Banjir, bahkan kegawat daruratan medis seperti serangan jantung, bayi tersedak hingga serangan pitam otak (stroke) seringkali luput dari perhatian kita. Baca Lanjutannya…

Oleh: dokterdiaz | April 25, 2012

My Vblog Post Before Live Lecture

Before Live Lecture in Kaplan

Oleh: dokterdiaz | April 22, 2012

Ada Saat, Ketika Semua Akan Menjadi Indah.

Sebuah cerita motivasi yang sangat populer di dunia maya. Tidak tahu siapa yang pertama membuatnya. Walaupun demikian, isi dari cerita ini luar biasa sekali untuk menyemangati hidup dan bersabar untuk menggapai sesuatu yang baik. Enjoy 🙂

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran…

ayah anak“Ayah, ayah” kata sang anak.

“Ada apa?” tanya sang ayah.

“Aku capek, sangat capek. Aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek. Aku mau menyontek saja! aku capek. Sangat capek…

Aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! aku capek, sangat capek …

aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati… Baca Lanjutannya…

Oleh: dokterdiaz | April 22, 2012

Cinta Platonik

eros, agape, et philia

Sebenarnya bukan salah malam ini
Jika aku letih dengan temaram siang ini

Sebenarnya bukan salah dingin ini
Jika akhirnya aku menggigil dalam dekapan panas ini

Seorang bijak pernah berkata tentang eros
Semacam cinta, namun lebih tepat dikata ego
Bersaung dalam tukai megah bernama evolusi
Bertukak karena tersendat kencangnya peras

Entah hidup atau riak,
Ingin kutulis syukurku pada perkamen pelangi di bukit itu
Pada kepompong yang bermetamorfosa
Pada palung tempat ilalang laut berada
Pada bunga
Pada musim semi

Kutinggalkan sebuah cerita hingar
Tentang eros, agape, dan philia
Sebuah kisah tentang seorang bijak

Sebenarnya bukan salah mereka
Atau siapapun

Mungkin hanya sebuah cinta Platonik

Oleh: dokterdiaz | April 19, 2012

saya pribadi sudah kenal dengan mas Mukhsin, beliau sekarang alhamdulillah telah kuliah di UTM, not Universiti Teknologi Malaysia, but Universitas Trunojoyo Madura.

Saya ingin membahas kejujuran dalam konteks lain. Persepsi lain. Bagaimana memandang kejujuran bukan hanya sebagai sifat yang baik dan mulia, tapi juga sebuah komoditi personal yang luar biasa.
Dalam social circle saya yang lain, hal ini sering kita sebut: Radical Honesty.
Jika sempat, saya akan menulis tentang ini. Nantikan saja. 😉

Oleh: dokterdiaz | April 18, 2012

Hope, Belajar dan Lupakan.

Saat ini tengah malam di penghujung musim semi di new york. Saya tidak bisa menggambarkan ketakjuban saya melihat keajaiban Spring. Pohon pohon yang bahkan seminggu yang lalu rontok, sekarang seperti berlomba lomba mempertontonkan “aurat”nya. Indah sekali. Bunga bertebaran di mana mana. Suhu udara pas banget takarannya. Hanya dua kata: Luar Biasa!

Hari ini saya merampungkan kuliah mikrobiologi saya dengan membaca baca “flashcard” online. Sebuah perjuangan yang berat bagi saya, secara sejak kecil saya paling benci dengan adegan menghafal dalam belajar. Saya ingat sekali pada saat saya masih menjalani pendidikan pre-klinik di fakultas kedokteran, nilai saya mengenaskan untuk mata kuliah “menghafal” seperti anatomi, mikrobiologi dan farmakologi. Ironisnya, saat ini saya harus menjalani siksaan “menghafal” tersebut untuk yang kedua kalinya. Disaat seharusnya saat ini saya bisa saja bekerja sebagai dokter Internship dan menjadi dokter Indonesia pada umumnya.

Do I regret it? Honestly, hati kecil saya menyesali keputusan untuk mengejar impian yang teramat besar untuk orang yang tidak terlalu pintar seperti saya. Kemampuan intelektual saya so-so. Impian saya untuk bisa menjalani pendidikan di Rumah Sakit Terbaik di seluruh dunia saat ini, bukan impian yang terlalu pantas untuk orang dengan kemampuan intelektual seperti saya. Berbeda 180 derajat dengan kawan kawan dokter lain yang mempunyai gelar Ph.D atau lulusan terbaik.

Hope.

Itulah alasan saya masih bertahan dalam perasaan insecurity yang luar biasa ini. Saya ingat ketika menteri BUMN saat ini, Dahlan Iskan, mencanangkan”Manufacturing Hope” diawal dia memulai restrukturisasi BUMN yang kita lihat akhir akhir ini. Disaat cita cita terlampau sulit untuk dicapai, langkah awal yang beliau lakukan pertama kali adalah membangkitkan Hope. Murah, Mudah dan Gratis. Hampir semua orang mempunyai resource untuk mendapatkan itu. Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori